Titik Awal Pembahasan Bopenk (Masuknya Islam ke Nusantara)
Cerita bopenk hari ini, ingin membahas sejarah peradaban manusia dari berbagai macam sumber, berbagai pendapat yang semuanya mungkin saja sejalan dan mungkin juga bersinggungan dan bahkan bertentangan.
Tidak sedikit pembahasan sejarah diwarung kopi yang berakhir perselisihan, karena sejarah diceritakan tanpa cek poin. Mau cerita penduduk asli suatu daerah, pastinya harus ada cek poinnya donk, kalau tidak ya semua berakhir kepada Adam dan Hawa.
eits.. tunggu dulu..?? ternyata Adam dan Hawa juga bukan penduduk asli bumi lho.., mereka pendatang dari surga, dan akan kembali mudik kesana.. lantas siapa penduduk asli bumi..??
Gitu deh jadinya efek sejarah tanpa cek poin.
Baiklah, awal kisah dimulai pada peradaban di Indonesia saja dulu yang di mulai pada apa yang diketahui, masalah maju kedepan atau mundur kebelakang gak usah difikirkan,. ntar malah gak jadi ni bahasannya.
Cekpoin bahasan bopenk akan memulai dari awal Masuknya Islam ke Nusantara, mengapa di ambil tema ini sebagai cek poin..? karena menurut bopenk lebih banyak referensi awalnya jadi lebih mudah untuk dicabangkan dan dikembankan nantinya..
Masuknya Islam ke Nusantara
Kapan pertama kali ajaran Islam masuk ke Nusantara? Dari mana dan dibawa oleh siapa? Ternyata banyak versi dan teori.
Berdasarkan tirto.id : https://tirto.id/perdebatan-dan-ragam-versi-masuknya-islam-ke-nusantara-cq4R
Setidaknya ada 5 versi terkait teori-teori tentang masuknya ajaran Islam ke Nusantara beserta para pembawanya dan asalnya dari mana, yakni teori :
- Teori Timur Tengah (Abad 7 M)
- Teori Cina (9 M)
- Teori Gujarat-India (Abad 13 M)
- Persia (13 M)
- Teori Maritim dan Lainnya
Namun Menurut Matta (2014: 34) dalam bukunya “gelombang ketiga Indonesia” mengatakan bahwa para ahli sejarah mencatat ada dua gelombang masuknya Islam di Nusantara, yaitu abad ke-7 dan abad ke-13. Agama ini dibawa oleh pedagang dari Arab yang menetap di kota-kota pelabuhan Nusantara. Pada abad ke-8 telah berdiri perkampungan muslim di pesisir Sumatera. Pada awalnya, Sumatera (dan Nusantara pada umumnya) hanyalah persinggahan para pedagang Arab menuju Tiongkok dan Jawa
Dari kutipan diatas, bopenk mengkerucutkan awal masuknya Islam kenusantara lebih sesuai dengan Teori Timur Tengah, mengapa demikian..? karena apapun kisahnya, menurut Matta pada abad ke-8 sudah ada perkampungan muslim di Pesisir Sumatera. Jadi yang datang setelahnya berarti sudah menjadi yang kedua, ketiga atau keempat..
Sejumlah ahli Indonesia dan beberapa ahli Malaysia mendukung “teori Arab” dan mazhab tersebut. Dalam seminar-seminar tentang kedatangan Islam ke Indonesia yang diadakan pada 1963 dan 1978, disimpulkan bahwa Islam yang datang ke Indonesia langsung dari Arab, bukan dari India. Islam datang pertama kali datang ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah atau abad ke-7 Masehi, bukan abad ke-12 atau ke-13 M. (Huda, 2007: 36).
Sip.. fokus pada awal masuk Islam ke Nusantara pada abad ke VII, seperti di ceritakan dalam buku ‘Aja’ib Al Hind, yaitu sebuah kitab yang ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar sekitar tahun 390 H/1000 M berbahasa Persia. Mencatat adanya kunjungan pedagang muslim ke kerajaan Zabaj. Setiap orang muslim, baik pendatang maupun lokal, dikala datang ke kerajaan ini harus bersila.
Kitab ini mengisyaratkan adanya komunitas muslim lokal pada masa kerajaan Sriwijaya. Kata Zabaj diidentikan dengan kata Sriwijaya. Selesai disini untuk membahas masuknya Islam ke Nusantara, dan yang jelas saat Islam masuk ke nusantara, saat itu sudah berdiri kerajaan Sriwijaya.
Berlanjut ke Kisah tenang kerajaan Sriwijaya.
Kitab ini mengisyaratkan adanya komunitas muslim lokal pada masa kerajaan Sriwijaya. Kata Zabaj diidentikan dengan kata Sriwijaya. Selesai disini untuk membahas masuknya Islam ke Nusantara, dan yang jelas saat Islam masuk ke nusantara, saat itu sudah berdiri kerajaan Sriwijaya.
Berlanjut ke Kisah tenang kerajaan Sriwijaya.
Makasih sudah berkunjung dan berdiskusi

Post a Comment